Wednesday, January 13, 2010

Mencari Rumah Idaman (Part I)

Rumah atau papan adalah 1 dari kebutuhan pokok manusia disamping
2 kebutuhan pokok lainnya yaitu sandang dan pangan.
Adalah impian semua manusia terutama yang sudah berkeluarga untuk dapat
memiliki tempat tinggal sendiri. Namun pemenuhan kebutuhan primer papan
tidaklah semudah 2 kebutuhan primer yang lain. Tidak hanya masalah harga rumah
yang semakin hari semakin tak terjangkau tapi juga karena mencari rumah tinggal
seperti mencari pasangan hidup. Ada banyak kendala dalam menemukan "soulmate" kedua ini, dari segi biaya, lokasi, akses, fasilitas dll. Saat biaya sesuai budget, lokasi menjadi kendala atau lokasi sesuai namun harga diluar jangkauan.

Dan setelah menikah tempat tinggal sering menjadi masalah utama. Ada beberapa pilihan sebenarnya :
1. Buat yang sudah mempunyai rumah dari sebelum menikah bisa langsung pindah
2. Kontrak
3. PMI alias Pondok Mertua Indah, dan inilah yang menjadi pilihan kami. Pada awalnya kami memutuskan untuk kontrak, namun akhirnya dibatalkan dengan beberapa alasan dan meski merelakan uang tanda jadi yang sudah diberikan kepada pemilik rumah. Setahun, dan rasanya cukup bagi kami untuk segera mencari rumah idaman kami.

Perjalanan mencari rumah impian kami diawali dengan menentukan lokasi, dan daerah selatan (Jaksel, Depok, Ciputat) menjadi incaran dengan pertimbangan daerah yang masih hijau, segar dan terbiasa karena kebetulan tempat tinggal ortu masih Jakarta Selatan. Semula Depok, Jagakarsa, dan sekitarnya menjadi pilihan kami. Namun saat ada isu bahwa kantor saya akan dipindah ke Serpong, dengan serta merta pilihan itu gugur dan berpindah ke Ciputat, Bintaro dan sekitarnya. Alasan lain adalah banyaknya pilihan akses ke Ciputat, Bintaro dan sekitarnya.

Selanjutnya, browsing di internet untuk mencari tahu perumahan-perumahan di sekitaran Bintaro-Ciputat serta kisaran harganya. Meskipun disini tidak disarankan mencari rumah via internet, namun bagi saya yang belum begitu mengenal medan sangatlah penting. Setidaknya kami jadi memiliki gambaran mengenai kisaran harga dan daerah yang akan kami kunjungi untuk survey.

Hari Sabtu dan Minggu kami manfaatkan untuk survey lokasi, tidak full sehari penuh mengingat kondisi saya yang sedang hamil 7 bulan, dan inilah beberapa perumahan yang telah kami survey :

1. Palm Residence
Cluster kecil, hanya 87 unit dan masih masuk wilayah Ciputat. Lokasi di Jl Musyawarah (masuk dari Jl. Ki Hajar Dewantoro). Dekat dengan Pasar Ciputat (+/- 3 km). Dari pintu tol Pondok Aren dan stasiun Jurangmangu hanya 2 km. Harga mulai 235 juta untuk tipe paling kecil LB/LT 41/72 dan 255 juta untuk tipe 45/84 namun semakin kedepan harga semakin mahal. Indent kurang lebih 3 bulan, DP 20%. Kualitas bangunanpun bagus (bata merah, 2 tembok, atap baja ringan). Sedangkan KPR yang sudah bekerjasama:
BNI, Permata, BTN, Mandiri. Marketingnya pun ramah dan detail dalam menjelaskan. Sayang disini blok belakang tinggal tersisa beberapa saja dan semua hook sudah habis terjual. Sempat naksir tanah kavling (satu-satunya) seluas 104 m dengan harga 268 jt-an bila dibangun tipe 41 tapi bentuknya agak tidak beraturan.

2. Griya Bintaro Estate
Lokasi di Jl. Cenderawasih (agak masuk kedalam +/- 200 m) persis dibelakang kelurahan Kampung Sawah. Satu kata untuk perumahan ini adalah mahal sehingga langsung dicoret dari daftar.

3. Cendana Residence
Letaknya persis disamping kantor camat Tangerang yang direncanakan menjadi kantor walikota Tangerang Selatan. Pemandangannya masih segar, hijau dengan suasana perbukitan. Harga masih dibawah 200 jt untuk tipe LT/LB 90/65. Sayangnya saat ini hanya tersisa tipe kecil saja, itupun lokasinya paling bawah. Dan langsung kami coret dari daftar karena lokasinya yang cukup jauh dari stasiun.

Tuesday, November 03, 2009

Selamat Datang Cinta

* 2 Month


* 3 Month


* 4 Month

Cara Pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatat Kepolisian)

Lagi musim penerimaan CPNS, hampir setiap departemen. Dan rata-rata persyaratan yang diperlukan hampir sama terutama ketersediaan SKCK dan Kartu Kuning. Iseng-iseng nyoba ikut meramaikan dunia persaingan memperebutkan kursi di salah satu departemen yang kebetulan hanya mensyaratkan SKCK. Berikut ini sharing buat yang mo ngurus SKCK.
Persyaratan :- Surat Pengantar RT dan RW. Disini hanya diperlukan fotocopy KTP dan KK saja dengan biaya seikhlasnya untuk mengisi kas.
- Surat pengantar dari RT dan RW dibawa ke kelurahan. Disini juga masih diperlukan fotocopy KK dan KTP. Biasanya diminta oleh kelurahan sebagai arsip. Seharusnya sih ga ada biaya, tapi menyiapkan dana suka rela buat jaga-jaga juga tidak ada salahnya.
- Surat pengantar dari kelurahan dibawa ke kecamatan masih membawa data yang sama. Tanpa biaya.
- Setelah lengkap TTD dari kelurahan dan kecamatan, tinggal ke Polres sesuai KTP. Jangan lupa bawa 2 fotocopy KTP, KK, dan foto 4X6 sebanyak 5. Disini pertama-tama kita akan diminta untuk membuat sidik jari, dengan biaya 10.000. Selanjutnya mengisi formulir yang telah disediakan plus kartu sidik jari dan dokumen lain diserahkan ke petugas. Pembuatan SKCK ini tanpa biaya, tetapi.......saat pengambilan legalisir meski bayar 20.000, hehehehehe sama aja ya :D.

Keseluruhan proses ini bisa diselesaikan dalam 1 hari. Cepat dan Mudah. Oya ternyata masa berlaku SKCK ga lama lho...hanya berkisar 3 bulan saja dan selanjutnya harus diperbarui dengan proses yang sama (minus pembuatan sidik jari).

Monday, April 20, 2009

Sekali lagi, Tentang Dia

Semalam dia hadir dalam mimpi saya. Meski hanya sekejap, namun sangatlah jelas. Ini adalah kesekian kalinya dia hadir dalam bunga tidur. Jujur, saya masih tak rela, tak ikhlas untuk mengalami kehilangan untuk yang sekian kali tanpa kejelasan tanpa sepatah kata terucap.

Diam dan tanpa bicara. Meski berkali-kali saya mencoba untuk mencari tahu, melalui sms, email dan YM yang tak pernah online. Apa salahku? Sadarkan bila memang saya lalai, lupa atau pernah menyakitimu. Bukankah sahabat ada untuk memberikan semangat saat jatuh, mengingatkan saat khilaf dan bukan hanya pendamping dalam tawa?

Bagiku kau sangat penting, karena sahabat adalah kebutuhan jiwa.

Friday, April 17, 2009

Kataku Tentang Sahabat

Hsya, hortensya adalah 2 kata yang sering saya jadikan sebagai nama samaran, id dan semua hal yang berkaitan dengan ingat-mengingat. Dan banyak orang yang menanyakan mengapa saya menggunakan kata itu, siapa/apa maknanya/bagaimana awal mulanya? Hsya adalah singkatan dari hortensya, dan hortensya adalah nama tim Pramuka saya saat masih berseragam putih biru. Beranggotakan 10 orang Lani, Rossa, Rossi, Windi, Rita, Linda, Lusi, Gita, Ida, Era sesuai dengan urutan berbaris (agak lupa juga sih posisinya). Kenapa saya memakai nama itu adalah dikarenakan bersama hortensya saya tau dan belajar tentang persahabatan.

"Itulah gunanya teman". Kata itu sering sekali mereka lontarkan pada saya. Dan inilah yang membuat saya begitu mencintai hortensya. Banyak kenangan indah, suka duka, prestasi kami alami dan raih selama 3 tiga tahun kebersamaan.

Bicara tentang persahabatan, saya termasuk orang yang mengagungkan persahabatan dan menempatkannya di atas cinta (pada pacar). Sahabat adalah teman tempat kita mencurahkan segala rasa suka dan duka, tempat berbagi, teman yang tahu perasaan kita, teman yang dapat menerima kita apa adanya, mendukung, memperingatkan saat lupa,memotivasi saat jatuh. Masih banyak definisi sahabat, tergantung bagaimana kita mengartikannya. Namun yang pasti sahabat adalah seseorang yang sangat penting dan berperan dalam kehidupan kita. Sebegitu pentingnya hingga ada yang mengatakan " Untuk tahu baik buruknya seseorang lihatlah dengan siapa dia bersahabat".

Kita mempunyai banyak teman, namun dari sekian banyak itu berapa yang kita anggap sebagai sahabat?
Dan berapa banyak sahabat sejati anda?

Tak usahlah dijawab, yang pasti sebuah persahabatan yang dilandasi dengan keikhlasan dan diniatkan karena Allah amatlah mahal harganya. Bukankan Rasulullah pun menganjurkan kita untuk menjalin persahabatan melalui hadis “ Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”( HR: Bukhari dan Muslim).

Teman, sahabat itu mahal harganya. Sahabat itu sulit dicari lebih sulit daripada mencari pacar. Maka jaga dan peliharalah persahabatan yang telah kau jalin.

Teruntuk Sahabatku, aku mencintai dan menyayangimu tak sebatas hanya dibibir saja. Semoga kita bisa menjadi sahabat dunia dan akhirat. Taukah kau ini semua begitu menyakitkan, bahkan lebih sakit dari patah hati karena pacar. Maafkan aku.......Akankah kita bisa seperti dulu lagi? Love U Sahabatku, dari lubuk hati terdalam.

Gambar diambil dari http://cheyipuc.files.wordpress.com