Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Tuesday, March 13, 2012

Daddy's Little Girl

Ketakutan saya pertama kali saat tahu bahwa anak yang saya kandung perempuan adalah bila Pendi, suami saya tidak dapat dekat dengan anak perempuannya. Alasannya karena dia menginginkan anak lak-laki (ketakutan yang sangat berlebihan sekali). Dan ternyata yang terjadi adalah kebalikannya, Zianka teramat sangat dekat dengan Ayahnya, dan ini menimbulkan kecemburuan saya.

Kata pertama yang Zia ucapkan dengan jelas setelah Mamam dan Nenen adalah Ayah. Bangun  tidur yang dicari selalu Ayahnya, mau tidur kalo Ayahnya belum masuk ke kamar ga bakalan deh tidur. Saat Ayahnya dinas keluar kota sebentar-sebentar dari bibir mungilnya keluar " Ayah mana ya....." diteruskan dengan mengambil handphone saya dan "Ibu, mau telpon Ayah". Pulang kantor saat saya masuk rumah, Zianka seakan tak peduli dan tetap sibuk dengan aktivitasnya. Namun begitu Ayahnya lewat dan tidak langsung menghampiri dia sudah pasti akan berlanjut dengan jeritan dan tangisan.


Dan benar bahwa bahagia itu sederhana. Bahagia saat melihat kedekatan Zianka dan Ayahnya.
 

Monday, June 06, 2011

Just Short Update

Kalau dilihat dari posting terakhir, berarti 1 tahun lebih saya mendiamkan blog ini. Ada banyak yang ingin dituangkan dalam untaian kata tetapi saya sendiri terlalu bingung untuk memutuskan apakah ini layak diketahui orang banyak karena hanya curhatan, keluhan semata. Tapi kerinduan dan keinginan untuk kembali belajar menulis memang tak sirna, dan akhirnya inilah tulisan perdana saya setelah menyandang status baru, seorang Ibu. Terakhir saya dalam kondisi hamil tua dan sibuk mencari nama untuk (waktu itu) calon putri kami, dan sekarang saya kembali setelah Zianka berumur 1 tahun 2 bulan sudah berjalan dengan lancar bahkan cenderung lari serta berceloteh dengan bahasa planetnya.

Pencapaian atau apa saja yang saya lakukan saat jauh dari blog? Paling membahagiakan setelah kehadiran Zianka di akhir Maret 2010 adalah, kami sudah menempati rumah mungil kami di selatan Jakarta. Jauh memang dari rumah orang tua saya di kisaran Blok M Jakarta, apalagi dari lokasi kantor saya dan suami sekarang menempuh hampir 30 km. Karma kah karena dulu saya sering meledek teman-teman yang perjalanan pulangnya memerlukan waktu 1-2 jam atau bahkan lebih sedangkan saya sendiri bisa mencapai rumah kurang dari 15 menit? Tidak, menurut saya karena memang lokasi ini yang sesuai dengan kantong kami (ngeles.com) terlebih lagi rencananya kantor saya nantinya akan pindah ke BSD (kalau jadi, gedung baru sedang dalam pembangunan dan sebelum saya berpindah ke lain hati :D). Sebenarnya saat kami sedang mencari "Istana" yang tepat ada rumah di belakang rumah Ibu yang dijual namun karena luasnya hanya kira-kira 30 m2 maka lebih memilih untuk melipir ke yang jauh saja. Dan disinilah akhirnya, di daerah Ciputat yang dekat dengan stasiun Sudimara dan selalu meminjam nama Bintaro untuk pencitraan setiap ditanya, hehehehe.

Pekerjaan? Masih begini-begini saja, tidak ada yang berubah meski sebenarnya pertengahan tahun lalu saya memperoleh kesempatan untuk berkarir di "hijau" yang sedang naik daun dan semakin maju namun karena satu dan lain hal akhirnya saya tolak (yang sekarang berbuah penyesalan, ya selalu menyesal dikemudian). Jadi ya bisa dibilang tidak ada pencapaian menggembirakan disini (ada sih, tapi sepertinya saya yang tidak mensyukuri...).

Bagaimana dengan 2011, apa target atau resolusi yang saya inginkan? Tidak muluk-muluk semoga menjadi pribadi yang lebih baik dalam beribadah, terus belajar untuk jadi ibu yang baik untuk Zianka  dan istri yang berbakti buat si akang , kami sekeluarga sehat terus dan beberapa target financial), semakin rajin untuk baking siapa tahu nantinya bisa menghasilkan rupiah, dan rajin posting :D. Doakan kami yaaaa.......

Monday, February 16, 2009

FTM (Full Time Mother aka Ibu Rumah Tangga) vs Ibu Bekerja

Belakangan ini saya merasa malas sekali berangkat kekantor, bosan, ga betah, dan benci dengan suasana kantor. Mungkin didukung oleh sindrom pasca menikah, tapi ternyata suasana di kantor memang mendukung untuk malas juga. Iseng menyapa teman lewat window YM dan ternyata beberapa teman juga merasakan hal yang sama, meski tidak sekantor.

Yah keinginan saya untuk tidak bekerja setelah menikah terutama bila sudah ada momongan sangat kuat akhir-akhir ini. Permintaan dari Pendi dari semenjak belum menikah, dia menginginkan saya menjadi ibu rumah tangga namun bila hendak tetap bekerja syarat utama adalah keluarga harus no. 1. Dan saya pribadi? Jauh dilubuk hati saya juga menginginkan bisa "memegang" anak saya sendiri, melihat dia tumbuh dan berkembang secara langsung, mengurusi pendidikan dia dsb. Saya tak ingin dia besar bersama orang lain, tak ingin dia mengalami hal yang sama dengan ibunya. Tapi entahlah nanti, bisa jadi pemikiran saya untuk menjadi FTM berubah.

FTM vs Ibu Bekerja, membicarakan hal ini takkan pernah ada habisnya. Sudah banyak dibahas diberbagai forum dan hanya menjadi debat kusir. Dan saya tidak akan ikut menambah ramai forum tersebut karena bagi saya, kedua profesi tersebut sama hebatnya. Hanya saja terkadang memang image ibu rumah tangga murni menjadi buruk karena lekat dengan rumpi/gosip, sinetron, dan kumal saking sibuknya bebenah hingga lupa mengurus diri sendiri.

Andai saya nantinya memutuskan menjadi FTM, Insya Allah akan tetap tampil sebaik mungkin untuk suami meski dirumah, memanfaatkan waktu luang dengan belajar menjahit/memasak/kursus lain yang bermanfaat tanpa melupakan sosialisasi dengan teman. Jadi meski FTM tidak berarti saya menjadi kuper seperti yang ditakutkan beberapa teman saya.

Dan seandainya saya tetap bekerja, saya tetap akan menjadi seorang ibu yang seideal mungkin bagi suami dan anak. Sukses dalam karir dan rumah tangga, meski kedua hal tersebut berseberangan. Dengan berkeluarga bukan berarti kinerja dan produktivitas kita menurun, justru seharusnya lebih baik karena keluarga adalah motivator, penyemangat. Bisa seperti ilustrasi gambar tersebut, hehehe semoga...

Note : Gambar diambil dari http://retnodamayanthi.wordpress.com

Wednesday, January 28, 2009

Tertunda......

Nyaris....Setelah telat selama 1 minggu, eh ternyata "tamu" itu datang juga.
Kebagiaan kami tertunda, tapi masih ada lain kali, masih banyak waktu dan kesempatan. Semoga selanjutnya berhasil.

Gantinya, kabar gembira dari kantor Pendi (terancam batallllllllll, hik333333x). Alhamdulillah.....meski sebenernya lebih bahagia kalo yang kemarin itu jadi.

Thursday, January 08, 2009

I'm Finally Found Someone



Sabtu, 13 Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang ke seperempat abad dan 6 hari setelah ulang tahunnya kami mengikrarkan janji setia. Semoga pernikahan kami barakah dan diridhoi Allah. Mohon doanya ya kawan.......

Untuk liputan yang lain bisa dilihat di http://wedding.awanslide.com/foto