Alhamdulillah, saya berhasil menunaikan kewajiban saya sebagai Ibu kepada Zianka. Yaitu dengan menyusuinya selama 2 tahun. Dan masa-masa 'pacaran' kami harus segera berakhir. Menyusui adalah momen yang sangat istimewa bagi saya karena saat itu merupakan waktu Zianka hanya ingin berdua bersama saya. Zianka biasanya lebih memilih Ayahnya untuk menemani bermain, nonton kartun favoritnya atau menggambar. Terus terang saya iri disamping ada rasa bahagia juga melihat kedekatan dengan Ayahnya. Maka jadilah menyusui adalah jatah saya, Zia bahkan tak mau didekati Ayahnya saat sedang nenen.
Beberapa bulan sebelum 'perpisahan' tiba, kami menjalankan beberapa metode sebagai langkah awal untuk menyapih. Pertama, seperti yang dianjurkan pakar-pakar ASI dan tips hasil googling saya berusaha untuk tidak melakukan 'NgekSel'. Setiap bunyi ngek (aka menangis) langsung diseselin susu/ASI. Sayang ini tak berhasil, lebih karena saya tak sabar dan malas mendengar tangisan tiada henti.
Berikutnya dicoba dengan membiasakan tidur tanpa harus dengam disusui. Beberapa kali pernah berhasi, namun lebih banyak gagalnya karena si bocah tidak tidur juga. Mau dengan dipeluk, digendong yang sudah ga mempan sama sekali, sampai tangan pegal karena mengusap punggungnya. Dan saya pun menyerah dengan langkah ini. Anehnya, bila cara ini dipakai orang lain: Mbanya Zia, Ibu saya maupun Bulek saya pasti berhasilnya. Bahkan Zianka bisa tidur sendiri tanpa bantuan apapun.
Deadline semakin dekat dan saya mencoba menerapkan metode hypno. Dengan membisikkan dan sering mengucapkan kalimat: "Zianka sudah besar, sudah mau 2 tahun jadi ga boleh nenen lagi. Sekarang harus minum susu pakai gelas. Nenen hanya untuk adik bayi". Pertama-tama tampak tanda-tanda kesuksesan dengan si bocah yang fasih mengulang kalimat yang saya ucapkan. OK, saya anggap Zianka mengerti. Tapi........ternyata bayi yang sudah tidak mungil ini lebih cerdas. Semakin dekat ulang tahunnya, justru semakin lengket dengan nenennya. Semalaman bisa tanpa melepas, kalo terlepas dengan mata terpejam mulutnya tetap mencari-cari. Dan baru dipagi hari setelah puas dilepas sambil berkata: "Nenen udah, Zianka minum susu aja ya ga boleh nenen lagi udah 2 tahun". Hehehehe gimana ga berhenti, lha wong dia sudah puas semalaman.
Metode memberikan yang pahit-pahit di payudara tidak saya terapkan. Tadinya bahkan saya bertekad membiarkan sampai berhenti dengan sendirinya. Namun semakin mendekati ulang tahun ternyata semakin lengket, akhirnya saya tempuh jurus terakhir. Kebetulan mertua saya akan datang saat ulang tahun Zianka yang jatuh di hari Jumat. Kebetulan juga minggu depannya ada libur 3 hari dan saya sudah berencana mengambil cuti sehari untuk mudik ke mertua. Nah sekalian saja Zianka dibawa oleh mertua saya dan minggu berikutnya saya menyusul untuk menjemput. Memang bukan jenis weaning with love seperti yang digembar-gemborkan orang. Bahkan bisa dibilang saya menghentikan dengan paksa. Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan berdasarkan hasil pengamatan, Zianka lebih mandiri saat tidak melihat saya dan Ayahnya.
Alhamdulillah, hari ketiga ibu Mertua memberi kabar bahwa semua sesuai rencanan. Zianka tidur sendiri dan tidak minta nenen. Makannya tambah lahap serta tak rewel. Sampai jumpa Rabu malam besok Nak, kita habiskan libur panjang dengan bermain bersama.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Showing posts with label zianka. Show all posts
Showing posts with label zianka. Show all posts
Tuesday, April 03, 2012
Tuesday, March 13, 2012
Daddy's Little Girl
Ketakutan saya pertama kali saat tahu bahwa anak yang saya kandung perempuan adalah bila Pendi, suami saya tidak dapat dekat dengan anak perempuannya. Alasannya karena dia menginginkan anak lak-laki (ketakutan yang sangat berlebihan sekali). Dan ternyata yang terjadi adalah kebalikannya, Zianka teramat sangat dekat dengan Ayahnya, dan ini menimbulkan kecemburuan saya.
Kata pertama yang Zia ucapkan dengan jelas setelah Mamam dan Nenen adalah Ayah. Bangun tidur yang dicari selalu Ayahnya, mau tidur kalo Ayahnya belum masuk ke kamar ga bakalan deh tidur. Saat Ayahnya dinas keluar kota sebentar-sebentar dari bibir mungilnya keluar " Ayah mana ya....." diteruskan dengan mengambil handphone saya dan "Ibu, mau telpon Ayah". Pulang kantor saat saya masuk rumah, Zianka seakan tak peduli dan tetap sibuk dengan aktivitasnya. Namun begitu Ayahnya lewat dan tidak langsung menghampiri dia sudah pasti akan berlanjut dengan jeritan dan tangisan.
Dan benar bahwa bahagia itu sederhana. Bahagia saat melihat kedekatan Zianka dan Ayahnya.
Kata pertama yang Zia ucapkan dengan jelas setelah Mamam dan Nenen adalah Ayah. Bangun tidur yang dicari selalu Ayahnya, mau tidur kalo Ayahnya belum masuk ke kamar ga bakalan deh tidur. Saat Ayahnya dinas keluar kota sebentar-sebentar dari bibir mungilnya keluar " Ayah mana ya....." diteruskan dengan mengambil handphone saya dan "Ibu, mau telpon Ayah". Pulang kantor saat saya masuk rumah, Zianka seakan tak peduli dan tetap sibuk dengan aktivitasnya. Namun begitu Ayahnya lewat dan tidak langsung menghampiri dia sudah pasti akan berlanjut dengan jeritan dan tangisan.
Dan benar bahwa bahagia itu sederhana. Bahagia saat melihat kedekatan Zianka dan Ayahnya.
Monday, March 05, 2012
Terkena HMFD (Flu Singapur)
Jumat lalu, pulang kerja disambut dengan Zianka yang "gendongan" sama si Mba. Mulai curiga sepertinya ada sesuatu, dan benar si Mba laporan kalo siang tadi sempet panas dan sudah diberi paracetamol. Saat itu juga saya sudah mulai curiga dan langsung mengarah ke Flu Singapur. Bukan tanpa sebab, karena sebelumnya tetangga satu komplek ada yang memasang status BB nya dengan Flu Singapur, dan setahu saya anaknya memang sedang demam. Terlebih lagi ternyata tetangga sekomplek yang lain juga terkena demam.
Malamnya ternyata demam masih berlanjut namun Sabtu pagi mulai turun. Demam, walaupun kelihatannya sepele namun justru paling membuat panik karena kemungkinannya bisa banyak. DBD, Typus semua berawal dari demam yang naik turun. Saya berusaha tenang dan melakukan pengecekan menyeluruh ke badan Zianka, tetap dengan asumsi dia terkena Flu Singapur atau HMFD. Awalnya saya tidak menemukan bintik-bintik merah jari tangan dan kaki namun menjelang siang Zianka menangis kesakitan sambil menggaruk kaki kanannya. Saat dicek ternyata ada beberapa bintik merah mirip cacar. Selain itu bibir bagian bawah nampak kencang ada bintik semacam sariawan. Langsung BBM ke dr Ami untuk konsultasi, dan diusulkan untuk pemberian Parasetamol bila demam masih tinggi sementara untuk sariawan tidak perlu diberi obat asal diperbanyak asupan cairan. Imbas dari penyakit ini adalah berat badan yang langsung berkurang akibat selera makan turun, padahal Zianka baru mulai doyan makan
Menurut Wikipedia, Flu Singapur atau HMFD (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. HMFD tergolong penyakit menular, yang umumnya terjadi di musim panas dan musim gugur. Penularannya melalui kontak langsung dengan lendir, air liur, atau tinja orang yang terinfeksi. Masa inkubasi penyakit ini adalah 3-7 hari.
Gejala HFMD adalah:
* Demam
* Sakit kepala
* Muntah
* Kelelahan
* Nyeri telinga
* Sakit tenggorokan
* Ruam tubuh, diikuti dengan luka dengan lecet pada telapak tangan dan telapak kaki. Hampir mirip dengan bintik karena cacar
* Sariawan
* Luka atau lecet pada bagian bokong anak-anak dan bayi
* Kehilangan nafsu makan.
* Diare
Hasil Gogling, penyakit ini umumnya sembuh dengan sendiri kurang lebih 7-10 hari. Namun ada juga beberapa kasus yang memerlukan perawatan serius. Cukup menenangkan meskipun tetap ada rasa khawatir. Untuk sementara Zianka dikarantina dalam rumah saja dengan maksud agar tidak menular kan virus. Tapi ternyata susah juga, kadang tangisannya meluluhkan untuk membawa keluar sekedar naik odong-odong langganan.
Cepat sembuh ya Nak......
Malamnya ternyata demam masih berlanjut namun Sabtu pagi mulai turun. Demam, walaupun kelihatannya sepele namun justru paling membuat panik karena kemungkinannya bisa banyak. DBD, Typus semua berawal dari demam yang naik turun. Saya berusaha tenang dan melakukan pengecekan menyeluruh ke badan Zianka, tetap dengan asumsi dia terkena Flu Singapur atau HMFD. Awalnya saya tidak menemukan bintik-bintik merah jari tangan dan kaki namun menjelang siang Zianka menangis kesakitan sambil menggaruk kaki kanannya. Saat dicek ternyata ada beberapa bintik merah mirip cacar. Selain itu bibir bagian bawah nampak kencang ada bintik semacam sariawan. Langsung BBM ke dr Ami untuk konsultasi, dan diusulkan untuk pemberian Parasetamol bila demam masih tinggi sementara untuk sariawan tidak perlu diberi obat asal diperbanyak asupan cairan. Imbas dari penyakit ini adalah berat badan yang langsung berkurang akibat selera makan turun, padahal Zianka baru mulai doyan makan
Menurut Wikipedia, Flu Singapur atau HMFD (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. HMFD tergolong penyakit menular, yang umumnya terjadi di musim panas dan musim gugur. Penularannya melalui kontak langsung dengan lendir, air liur, atau tinja orang yang terinfeksi. Masa inkubasi penyakit ini adalah 3-7 hari.
Gejala HFMD adalah:
* Demam
* Sakit kepala
* Muntah
* Kelelahan
* Nyeri telinga
* Sakit tenggorokan
* Ruam tubuh, diikuti dengan luka dengan lecet pada telapak tangan dan telapak kaki. Hampir mirip dengan bintik karena cacar
* Sariawan
* Luka atau lecet pada bagian bokong anak-anak dan bayi
* Kehilangan nafsu makan.
* Diare
Hasil Gogling, penyakit ini umumnya sembuh dengan sendiri kurang lebih 7-10 hari. Namun ada juga beberapa kasus yang memerlukan perawatan serius. Cukup menenangkan meskipun tetap ada rasa khawatir. Untuk sementara Zianka dikarantina dalam rumah saja dengan maksud agar tidak menular kan virus. Tapi ternyata susah juga, kadang tangisannya meluluhkan untuk membawa keluar sekedar naik odong-odong langganan.
Cepat sembuh ya Nak......
Monday, June 06, 2011
Si Cantik yang Tomboy
Si Cantik yang selalu dikira cowok (bikin Ayahnya sebel banget...hihihihi) biarpun sudah memakai anting (yang hanya sebelah jadi ga kelihatan). Sepertinya akibat dari keinginan Ayah untuk punya anak lelaki tetapi yang keluar cewek seperti keinginan Ibunya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


