Monday, August 25, 2008

Trip to Masjid Kubah Emas

Sebenernya episode jalan-jalan ke Masjid yang fenomenal ini udah lama banget, dibulan Mei (kalo ga salah sih tanggal 10 or 11 Mei 2008) dan cuman b-3 doang, aku, widya dan salma.

Nah buat yang belum pernah kesana berikut ini "ancer-ancer"-nya, berhubung kami kesananya "ngeteng" pake angkutan umum jadi buat yang mo kesana naik kendaraan pribadi bisa ngikutin angkutannya aja deh huehehehe.

a. Dari Thamrin (BI, Tanah Abang, dsk) bisa naik PPD 102 jurusan Tanah Abang-Blok M. Dari Kota juga ada PPD 85 jurusan Kota-Blok M (kalo belum berubah) tapi sangat jarang. Keduanya turun di pemberhentian terakhir yaitu Terminal Depok (bisa tidur ampe pules dah pokoknya. Selain bus juga bisa naik kereta api yang dijamin lebih cepet, turun di Stasiun Depok Baru (deketan ama terminal).
b. Dari Blok M naik Kopaja 63, turun di Terminal Depok.
c. Alternatif jalur lain dari Blok M naik Metromini 619 turun diCinere, lanjut naik mikrolet kecil warna biru (D102) arah Depok, turun didepan masjid persis.
d. Untuk point a dan b, dari terminal depok naik mikrolet kecil warna biru D03 jurusan Parung turun di pertigaan (lupa namanya, yang jelas ada baliho gede2 trus kalo kekiri ke Parung dan lurus arah Cinere). Nyambung D102 turun didepan masjid persis.

Semoga bisa membantu. Dan sedikit poto yang diambil dari sini.


Saturday, August 23, 2008

Merdeka !!!!!!!!!!!

Telat banget ya baru merayakan di tanggal 21 Agustus, tapi better late daripada engga sama sekali kan......

Kemarin dikantor ada perlombaan dress code per divisi dan dapat mandat dari ex big boss agar make kostum bernuansa kemerdekaan. Jadi disepakati untuk make stelan merah putih. Dan komentar hari ini adalah :
" Hormat dulu dunk bendera mo lewat nih..."
" Wah tinggal dikerek nih....."
" Cariin tiang ma tali dunk buat ngerek bendera!"
" Itu dalemnya merah putih juga ga?" *kalo iya mang mo ngapain, weks....*

Ini dia liputannya



Kliatan kan sapa yang gayanya paling "gila", huehehehehe.

Friday, August 22, 2008

Kembali ke Blogger.....

Lama banget dah ga pernah ngapdet blog lagi, dan terakhir adalah 2006 berarti hampir 2 thn halaman ini dianggurin dan dibiarkan terbengkelai. Saat dikantor lama alasan ga ngapdet jurnal sangat klasik, "sibuk". Jangankan buat nulis, untuk ngerjain tugas kuliah aja ga sempet dan lebih sering terima jadi. Makan siang baru sempet jam 3-an terkadang malah ga sama sekali. Dan setelah pindah ke tempat baru akses dibatasi jadi ga bisa ngeblog, so ikut-ikutan temen bikin MP. And then MP nya nganggur juga huehehehhee....Ketahuan yak ini mah lebih karena males.

Hal lain yang bikin ga ngeblog adalah aku lupa passwordnya :(, so bad cos aku biasa pake password standar buat semua hal. Cuma kombinasi disingkat atau dipanjangin aja dan hal ini dah jadi rahasia umum dikalangan temen-temenku. Tapi kenapa masih salah juga ya pas input password h*** ataupun h*******a. Untungnya BLOGGER bikin perarturan baru buat make account gmail so hore........aku bisa ngeblog lagi. Trus MP gimana ceritanya tu ?! Ehm, sebenernya 2-2nya sama aja sih jadi pake aja deh 2-2nya. MP nya bisa buat ngupload poto yah pokoke jgn ampe kosonglah. Doain ye semoga ga males posting lagi.

Satu lagi yang bikin ragu untuk menulis, aku ga pede dengan tulisanku sendiri. Hasil BW ke blog-blog ataupun jurnal pribadi beberapa orang semua isinya "berat", bermutu, penuh makna, dalem ga cuma sekedar kegiatan sehari-hari laiknya diary tapi juga ilmu yang bisa bermanfaat buat orang lain. Dan untuk bisa kesana butuh proses kan? So aku akan tetap menulis dengan gayaku sendiri, dan belajar agar isi tulisannya bisa lebih baik.

Thursday, July 20, 2006

IKHLAS

Artikel ini memang bukan tulisan sendiri, namun ga sengaja "nemu" pas lagi buka2 web www.boemi-islam.com. Kenapa milih artikel ini??? Sebenarnya ini cuma buat mengingatkan diriku sendiri agar bisa lebih ikhlas, nrimo ing pandum menurut bahasa Jawanya. Tapi semoga juga bermanfaat buat orang lain......

---------------------------------------------------------------------------------

"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk badan atau rupamu tapi langsung memperhatikan niat dan keikhlasanmu" (HR Muslim)

"Rasulullah ditanya tentang orang yang jihad karena keberanian dan karena kebangsaan atau karena kedudukan, yang manakah diantara semua itu yang dapat disebut disabilillah ? Jawab Nabi : Siapa yang berjihad semata-mata untuk menegakkan kalimatullah, maka itulah fisabilillah" (HT Bukhari, Muslim)

Rasulullah menatap satu persatu para sahabat yang sedang berkumpul dalam majelis, hening dan tawadhu. "Ya Rasulullah", ujar seorang hadirin memecahkan keheningan. "Bila pertanyaanku ini tidak menimbulkan kemarahan bagi Allah, sudilah engkau menjawabnya". "Apa yang hendak engkau tanyakan itu", tanya RAsulullah dengan nada suara yang begitu lembut. Dengan sikap yang agak tegang si sahabat itupun langsung bertanya: "Siapakah diantara kami yang akan menjadi ahli surga ?". Tiba-tiba, bagai petir menyambar, jiwa-jiwa yang tadinya tawadhu, nyaris menjadi luka karena murka. Pertanyaan yang sungguh keterlaluan, setengah sahabat menilainya mengandung ujub (bangga atas diri sendiri) atau riya'. Adalah Umar bin Khatab yang sudah terlebih dahulu beraksi, bangkit untuk menghardik si penanya. Untunglah Rasulullah menoleh ke arahnya sambil memberi isyarat untuk menahan diri.

Rasulullah menatap ramah, beliau dengan tenangnya menjawab: "Engkau lihatlah ke pintu, sebentar lagi orangnya akan muncul". Lalu setiap pasang matapun menoleh ke ambang pintu, dan setiap hati bertanya-tanya, siapa gerangan orang hebat yang disebut Rasulullah ahli surga itu. Sesaat berlalu dan orang yang ditunggupun muncul. Namiun manakal orang itu mengucapkan salam kemudian menggabungkan diri ke dalam majelis, keheranan mereka semakin bertambah. Jawaban Rasulullah rasanya tidak sesuai dengan logika mereka. Sosok tubuh itu tidak lebih dari seorang pemuda sederhana yang tidak pernah tampil di permukaan. Ia adalah sepenggal wajah yang tidak pernah mengangkat kepala bila ditanya dan tidak pernah membuka suara bila tidak diminta. Ia bukan pula termasuk dalam daftar sahabat dekat Rasulullah. Apa kehebatan pemuda ini ? Setiap hati menunggu penjelasan Rasulullah.

Menghadapi kebisuan ini, Rasulullah bersabda: "Setiap gerak-gerik dan langkah perbuatannya hanya ia ikhlaskan semata-mata mengharapkan ridhla Allah. Itulah yang membuat Allah menyukainya."

Bagai sembilu, menusuk tajam dada mereka, serentak setiap hati bermuhasabah. Ikhlas, alangkah indahnya makna yang terkandung di dalamnya. Ikhlas bersih dari segaa maksud-maksud pribadi, bersih dari segala pamrih dan riya', bersih dari harap dan kecewa, bebas dari segala symbol-symbol pribadi atau kelompok, bebas dari pada perhitungan untung dan rugi material. Ikhlas, bersih dari segala hal yang tidak disukai Allah. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara, dan Penguasa alam raya, menjadikan Allah satu-satunya Dzat yang diharapka, ditakuti, dicintai, diikuti. Satu-satunya Dzat yang diabdi, disembah. Ikhlas menerima Muhammad SAW sebagai teladan, penjelas, penyampai risalah Islam yang sempurna, dan ikhlas menerima Al-Quran sebagai pedoman hidup.

Semua hati kembali tawadhu, membisu berefleksi, sebagian berkaca-kaca, air mata mengembang, menelusuri niat dalam hati, mencari debu-debu yang menutuppi ikhlas.

Tuesday, August 23, 2005

Sahabat

Sahabat adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita.
Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.
Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya,
ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur,
menangis bersama, dan tertawa bersama.
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka.
Begitu dalam luka-lukanya sehingga justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya, ia tidak mampu lagi mencintai.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka.
Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena mereka pada dasarnya buruk,
tetapi ketidakmampuan jiwanya, memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita,
membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan,
bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.
Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air",
mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll.

Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek.

Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkan-Nya buat kita.

Sahabat adalah kebutuhan jiwa,
Penghapus dahaga hingga ia bak oase padang pasir.
Penunjuk jalan dalam sesat karena dia kan selalu menuntun dan membimbingku,

Sahabat laksana bintang, jauh namun sinarnya masih terlihat